Kamis, 25 Juni 2020

Ramadhan di masa covid 19

Ramadhan dimasa covid 19 
Assalamualaikum hy gaes maaf selama ini jarang post blog ya sebab akhir-akhir ini disibuk kan dengan jualan online Alhamdulillah lancar walaupun #dirumahaja. Oiya seperti dijudul saya  mau cerita pengalaman pribadi saya selama puasa di masa pandemic ini, sebenarnya cerita saya sama sih dengan cerita kawan-kawan lain tapi aku pengen aja cerita tentang saya, selama Ramadhan tahun ini saya merasa sangat sedih sebab kita semua berasa seperti di batasi dalam bersilahturahmi saling bertatap muka dengan teman dan tetangga sekitar. 
Ya walaupun bisa lewat virtual tapi bagi saya itu kurang nyaman, ditambah lagi dengan kebijkan pemerintah tentang beribadah dirumah tandanya tarawih pun harus dirumah, dan yang membuat saya pilu adalah ketika saya mendengar seluruh masjid dan mushola di desa sya ditutup karna mengikuti aturan pemerintah sedih bercampur menjadi satu. 
Suasana Ramdhan tahun ini sangat berberbeda yang mana tahun lalu saya masih bisa mencari takjil dan ngabuburit di sekitar kota Sintang dengan leluasa tanpa ada jarak, bisa menjalankan tarawih bersama masyarakat sekitar dan beramai-ramai menuju masjid, Namun Ramdhan tahun ini jangan kan untuk membeli takjil keluar rumah untuk hal yang tidak perlu pun tidak mungkin di ijin kan. Walaupun memang ada kantin ramadhan yang buka tapi kurang peminatnya akibat corona ini, kebanyakan dari kami membuat takjil sendiri dirumah. 
Setelah waktu berlalu dengan perkembangan angka pertambahan kasus positif corona yang makin meningkat tak terasa Ramadhan tahun ini pun hampir selesai, tidak ada masyarakat ke masjid untuk sholat traweh tidak ada bapak-bapak yang sholat jum’at akibat masjid di tutup.
 Kota saya emang belum memasuki zona merah atau memang belum ada yang terkonfirmasi positif atau reaktif namun yang membuat kami khawatir adalah dengan adanya RS yang dijadikan tempat isolasi di rumah sakit kota kami. Lebih dari itu kami hanya bisa menjaga imunitas diri dan memakan makanan yang bergizi dan tak lupa vitamin , mungkin sekian cerita singkat saya terimakasih  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar