MANAJEMAN PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Oleh :
Puji wismaningrum
(11711004)
1. MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIMADRASAH IBTIDAIYYAH ALKHOIRIYYAH 01 SEMARANG
A. Pendahuluan
Pendidikan merupakan sebagian dari kehidupan masyarakat dan sebagian dinamisator masyarakat. Ada kecenderungan betapa sektor pendidikan selalu terlantar belakang dalam berbagai sektor pembangunan lainnya, artinya, sektor pendidikan menjadi sektor marginal dibandingkan dengan sektorpembangunan yang lain walaupun sektor yang urgen dalam akselerasi pembangunan Negara. Di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin pesat perkembangannya, sehingga menuntut perubahan yang mendasar dalam berbagai bidang baik politik, ekonomi, budaya dan termasuk pendidikan. Inilah tantangan mutakhir manusia abad ini yang perlu diberi jawaban oleh pendidikan kita. tujuan pendidikan nasional terealisasikan dalam tujuan dan fungsi Pendidikan Nasional yang tertuang dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 seperti “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tetapi ini memerlukan suatu yang efektif dan efisien. Kualitas yang baik dalam suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh suatu perencanaan yang baik dalam suatu manajemen. Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan, tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif, dan efisien.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mutu perencanaan pembelajaran PAI di Madrasah
Ibtidaiyyah Al-Khoiriyyah 01 Semarang ?
2. Bagaiman mutu pelaksanaan pembelajaran PAI di Madrasah
Ibtidaiyyah Al- Khoiriyyah 01 Semarang ?
C. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Untuk mengetahui mutu perencanaan pembelajaran PAI di
Madwrasah Ibtidaiyyah Al-Khoiriyyah 01 Semarang.
2. Untuk mengetahui mutu pelaksanaan pembelajaran PAI di
Madrasah Ibtidaiyyah Al-Khoiriyyah 01 Semarang.
D. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak
diperoleh melalui prosedur kuantifikasi, perhitungan statistik, atau bentuk cara-cara lainnya yang menggunakan ukuran angka.Penelitian ini menggunakan model kualitatif deskriptif, yaitu penelitian eksplorasi dan memainkan peranan penting dalam menciptakan pemahaman orang tentang berbagai persoalan
sosial.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan fenomenologis, dimana peneliti dengan
menggunakan pendekatan fenomenalogis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi tertentu.
2. MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU
SEKOLAH/MADRASAH
(Studi Kasus di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung dan Madrasah Aliyah Negeri I (MAN MODEL Bandar Lampung)
A.Penahuluan
Pendidikan
merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang pada
hakikatnya berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan
kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju,
adil, dan makmur, serta memungkinkan para warganya mengembangkan diri baik aspek jasmaniyah maupun rohaniyah. Pendidikan itu bertugas mempersiapkan generasi anak-anak bangsa sejak kecil melalui berbagai lembaga pendidikan agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaik- baiknya di kemudian hari sebagai hamba dan khalifah Allah dibumi. Menurut Umaidi, saat ini dunia pendidikan kita belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat. Fenomena itu ditandai dengan rendahnya mutu lulusan, penyelesaian masalah pendidikan yang tidak sampai tuntas, atau cenderung tambal sulam, bahkan lebih berorintasi proyek. Akibatnya, seringkali hasil pendidikan mengecewakan masyarakat.
setidaknya terdapat dua faktor yang dapat
menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang
berhasil. Pertama, strategi pembangunan selama ini lebih bersifat input
oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa
bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku - buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis pendidikan (sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagaimana yang diharapkan. Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini masih bersifat macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi ditingkat pusat. Akibatnya banyak faktor yang diproyeksikan ditingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Dengan kata lain, bahwa kompleksitasnya cakupan permasalahan pendidikan,seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi pusat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi standar isi di MAN I Bandar Lampung dan SMA Al-Kautsar Bandar Lampung?
2. Bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi standar proses di MAN I Bandar Lampung dan SMA Al Kautsar Bandar Lampung?
C. Tujuan
1. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi standar isi di MAN I Bandar
Lampung dan SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.
2. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi standar proses di MAN I BandarLampung dan SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.
D. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan metode
kualitatif–deskriptif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah
fenomenologis-naturalistik. Paradigma Interpretivisme adalah cara pandang
yang bertumpu pada tujuan untuk memahami dan menjelaskan dunia sosial
dari kacamata aktor yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu keilmiahannya,
sebagaimana yang dijelaskan oleh Burrell dan Morgan, terletak pada ontologi sifat manusia yang voluntaristik.
3. PERAN MANAJEMEN PENGELOLAAN MADRASAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ULUM SUKOSARI GONDANGLEGI MALANG
A. Pendahuluan
Masyarakat secara cepat atau lambat pasti mengalami perubahan baik
masyarakat kota maupun desa. Sebagai mana yang dikemukakan oleh
Muhammad Tolhah Hasan: Ibnu Khaldun mengemukakan bahwa tiada masyarakat yang tidak berubah. Perubahan itu ada yang membawa dampak dan pengaruh yang positif, yang berarti membawa kemajuan perkembangan. Perubahan sosial berkaitan erat dengan pendidikan karena masyarakat modern akan bersikap kritis dan selektif serta mempunyai orientasi ke masa depan. Perkembangan madrasah dapat ditelusuri mulai dari awal sejarah pada masa permulaan masuk dan perkembangan Islam di Indonesia, dari catatan sejarah dapat diketahui lembaga pendidikan islam bermula dari keinginan orang yang baru masuk islam untuk mengetahui lebih lanjut tentang agama Islam,Hal tersebut di atas memerlukan usaha pimpinan, para guru penyelenggara
madrasah untuk mengkomunikasikan komponen-komponen pendidikan, agar
secara dinamis dapat di gunakan untuk mengembangkan madrasah dalam
mecapai tujuan yang telah di tetapkan.Lembaga pendidikan islam seperti madrasah pertama-pertama dituntut untuk melakukan perubahan perubahan setrategi dalam bidang managemen.
B.Rumusan masalah
1. Bagaimana peran manajemen pengelolaan madrasah dalam meningkatkan
mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
2. Apakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen
pengelolaan madrasah di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
C. Tujuan
1. Mendeskripsikan mutu pendidikan di madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
2. Mendeskripsikan peran manajemen pengelolaan madrasah dalam
Menigkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
3. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen
pengelolaan madrasah di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
D. Jenis penelitian
penilitian ini dapat klasifikan pada penelitian kualitatif karena data yang
diperlukan bersifat data yang langsung
diambil dari fenomena yang terjadi.
4. MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU MADRASAH ALIYAH NEGERI KABUPATEN KARO
A. Pendahuluan
Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten karo sebagai satu-satunya lembaga pendidikan Islam setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Karo dengan jumlah penduduk muslim yang minoritas, termotivasi untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dengan senantiasa melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan dengan menerapkan manajemen berbasis madrasah melalui pendekatan sistem manajemen mutu terpadu atau biasa disebut dengan total quality management (TQM).Penerapan system tersebut menyebabkan terjadinya perubahan minat masyarakat dari yang sebelumnya enggan menyekolahkan putra-putrinya ke madrasah,sekarang cenderung menginginkan putra-putrinya bersekolah di madrasah, sehingga saat ini dari segi jumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Karo mengalami peningkatanDisamping adanya peningkatan nilai Ujian Nasional.Hal ini terjadi karena adanya peningkatan mutu dimadrasah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perencanaan peningkatan mutu di Madrasah Aliyah Negeri
Kabupaten Karo ?
2. Bagaimana pengorganisasian peningkatan mutu di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Karo ?
C. Tujuan
1. Perencanaan peningkatan mutu di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten
Karo.
2. Pengorganisasian peningkatan mutu di Madrasah Aliyah Negeri
Kabupaten Karo.
D. Jenis penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif,
yaitu penelitian yang menekankan pada kualitas atau hal yang terpenting dari
suatu sifat barang/jasa berupa kejadian, fenomena, atau gejala sosial yang
dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi suatu pengembangan konsepteori.
5.Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Di Islamic International School SD Plus Darul Ilmi Murni
Namorambe
A. Pendahuluan
Pendidikan agama Islam di sekolah merupakan proses bimbingan yang terencana, terarah dan terpadu dalam membina potensi peserta didik untuk menguasai pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan. Di sekolah segala potensi peserta didik dikembangkan agar memiliki sumber daya manusia yang unggul. Sekolah sebgaai lembaga pendidikan formal berperan dalam transpormasi sosial budaya di masyarakat. Secara sistematik dapat dijelaskan bahwa hubungan sekolah dan masyarakat dapat dilihat daru dua segi yaitu: (1) sekolah sebagai mitra masyarakat di dalam melakukan fungsi pendidikan, dan
(2) sekolah sebagai produsen yang melayani pesanan-pesanan pendidikan dari masyarakat lingkungannya.Dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan, maka kepala
sekolah dituntut harus melibatkan semua personilyang di dalamnya menuntut proses komitmen bersama terhadap mutu pendidikan. Salah satu upaya penting seorang kepala sekolah adalah mengoptimalkan perannya sebagai pemimpin yang memiliki tanggung Jawab untuk mengajar dan mempengaruhi semua personil yang terlibat dalam kegiatan pendidikan untuk berpartisipasi aktif dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Kehadiran Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dapat dipandang sebagai tonggak penting untuk menuju pendidikan nasional yang berstandar. Dalam PP No. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum negara kesatuan Republik Indonesia, dengan lingkup 8 standar. . Dengan adanya pemberian wewenang kepada pihak sekolah akan pengevaluasian diri sekolah maka diharapkan kedepannya sekolah dapat mengetahui bagaimana keadaan sekolah sebenarnya dan hasil dari EDS tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam menyusun perencanaan,
program pendidikan, penganggaran serta implementasi pembelajaran dalam ruangan kelas. Sejauh ini masih dirasakan kualitas sumber daya manusia dalam pAenyelenggaraan pendidikan termasuk dilokasi penelitian ini masih kurang memadai mengingat dengan perkembangan zaman yang semakin maju, hal ini ditandai dengan hasil yang didapatkan setelah mengupload data-data pada EDS secara On Line sebagai program dalam peningkatan mutu pendidikan terhadap instruksi Menteri Pendidikan. Sementara itu dalam bidang penyelenggaraan manajemen berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan secara umum berlangsung baik.
B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan di Islamic
International School SD Plus Darul Ilmi Murni Namorambe.
2. Bagaimana pengawasan dalam peningkatan mutu pendidikan di Islamic
International School SD Plus Darul Ilmi Murni Namorambe.
C. Tujuan
1. Bagaimana pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan di Islamic
International School SD Plus Darul Ilmi Murni Namorambe.
2. Bagaimana pengawasan dalam peningkatan mutu pendidikan di Islamic
International School SD Plus Darul Ilmi Murni Namorambe.
D. Jenis penelitian
penelitian desktiptif ini bertujuan untuk mendesktipsikan, menggambarkan atau melukiskan peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi saat ini. Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang sedang terjadi.